ZMedia Purwodadi

Pemerintah Kabupaten Indramayu bersama Kontak Tani Nelayan Andalan

Daftar Isi
#INDRAMAYUJABAR

Pemerintah Kabupaten Indramayu bersama Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) menggelar audiensi guna membahas berbagai persoalan yang dihadapi petani serta mencari solusi strategis untuk meningkatkan kesejahteraan. 


Pertemuan ini dipimpin oleh Wakil Bupati Indramayu, H. Syaefudin, didampingi oleh Plt. Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Indramayu, Sugeng Heriyanto, serta Kepala Bidang Hortikultura, Perkebunan, dan Penyuluhan DKPP, Mohammad Ikhwan Farkhani.

Dalam pertemuan tersebut, Sugeng Heriyanto memaparkan kondisi nyata petani di Indramayu. Menurutnya, hasil panen rata-rata dalam satu musim per hektar mencapai 7 ton dengan pendapatan sekitar Rp45 juta. Namun, setelah dikurangi modal produksi sebesar Rp25 juta, keuntungan bersih yang diperoleh petani hanya sekitar Rp20 juta per musim atau Rp2,5 juta per bulan.

Setelah dikurangi kebutuhan hidup, penghasilan bersih yang tersisa hanya sekitar Rp1,2 juta hingga Rp1,5 juta, sedangkan kebutuhan minimum petani mencapai Rp700 ribu. Ketimpangan ini menjadi salah satu penyebab munculnya angka kemiskinan ekstrem di daerah tersebut.

Sugeng Heriyanto menyampaikan, permasalahan petani harus diselesaikan secara komprehensif. Salah satu solusi yang ditawarkan adalah mendorong penggunaan alat dan mesin pertanian (alsintan) untuk menekan biaya panen yang masih tergolong tinggi. Menurutnya, dengan pemanfaatan teknologi pertanian, efisiensi biaya dan produktivitas dapat ditingkatkan.

Dalam arahannya, H. Syaefudin menekankan pentingnya koordinasi antara pemerintah daerah, gabungan kelompok tani (Gapoktan), dan kelompok tani (Poktan) di tingkat desa.

Pemkab juga mendorong sinergi dengan KTNA, baik di tingkat kabupaten maupun kecamatan, untuk menyusun strategi pertanian yang lebih cerdas dan berkelanjutan. Pemkab Indramayu berkomitmen untuk terus hadir dalam mendampingi petani.

“Apa yang kita sepakati hari ini menjadi tugas bersama. Bertani memang penuh tantangan, terutama dalam mencukupi kebutuhan petani. Namun, dengan semangat kebersamaan, kita harus mampu menghadapi persoalan ini,” ujar H. Syaefudin.