Ekonomi Lesu Jelang Lebaran 2025
Daftar Isi
Ekonom Bank Mandiri Agus Santoso mengatakan, kondisi itu berpotensi membuat perputaran uang selama periode Lebaran 2025 akan cenderung lebih lambat dibanding tahun lalu. Penyebabnya, masyarakat tak memiliki daya beli untuk berbelanja.
Agus menganggap, ada sejumlah faktor yang menyebabkan fenomena tersebut muncul pada momen jelang Lebaran 2025, di antaranya adanya indikasi penurunan jumlah orang yang mudik, serta mobilitas masyarakat yang juga ada tendensi penurunan.
"Sehingga dalam hal ini menyebabkan perputaran uang juga melambat di Lebaran tahun ini," tutur Agus.
Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia merilis studi terbarunya bertajuk Awas Anomali Konsumsi Jelang Lebaran 2025. Dalam laporan ini, CORE memperingatkan sinyal waspada lesunya konsumsi rumah tangga menjelang Lebaran.
Menjelang lebaran 2025, CORE mengungkapkan kelompok rumah tangga kelas menengah ke bawah semakin terhimpit oleh carut marut ekonomi domestik. Carut marut pada awal 2025 secara khusus membawa getah kepada rumah tangga kelompok menengah ke bawah.
“Tren ramai ramai berbelanja untuk kebutuhan Ramadan dan Hari Raya tidak tampak,” tulis laporan terbaru CORE Insight, Kamis (27/3).
CORE mengungkapkan, hingga pekan ketiga bulan Ramadan, konsumsi rumah tangga masih lesu. Sebaliknya, ada sinyal kuat bahwa kelompok rumah tangga menengah ke bawah mengerem belanja.
“Kelesuan di bulan Ramadan dan menjelang hari raya ini adalah sebuah anomali yang menggambarkan ketidakberesan di ekonomi domestik Indonesia,” tulis CORE.