Tiga Nama Besar pilkada serentak 2024, pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Cirebon 2024
Daftar Isi
Tiga Nama besar ini akan melaju bersaing dalam pilkada serentak 2024 dalam ajang pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Cirebon tahun 2024.
Berikut profilnya :
1. Drs. H. Imron Rosyadi, M. Ag
Lahir pada 17 Desember 1961 seorang birokrat dan politisi Indonesia yang menjabat sebagai Bupati Cirebon sejak 1 Oktober 2019 hingga 17 Mei 2024.
Imron terpilih sebagai Wakil Bupati Cirebon berpasangan dengan Sunjaya Purwadi Sastra dalam Pemilihan umum Bupati Cirebon 2018. Pada tanggal 1 Oktober 2019, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil melantik Imron sebagai Bupati Cirebon definitif.
Sebelum menjabat wakil bupati, Imron adalah Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Kementerian Agama republik indonesia dengan jabatan terakhir sebagai Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Cirebon.
2.H. Wahyu Tjiptaningsih, S.E, M. Si
Lahir 15 April 1970 yang akrab dipanggil Ayu adalah Wakil Bupati Cirebon Pengganti antar Waktu (PAW) periode 2019-2024 yang terpilih oleh DPRD Kabupaten Cirebon.
Wahyu Tjiptaningsih atau Ayu terpilih sebagai Wakil Bupati Cirebon pada Rapat paripurna DPRD Kabupaten Cirebon tentang pemilihan dan penetapan calon terpilih.
Pelantikan Wahyu Tjiptaningsih sebagai Wakil Bupati Cirebon dilakukan oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil pada 10 Februari 2021.
3. Muhammad Abdullah Syukri
Lahir 5 Oktober 1991 Pria yang akrab disapa Gus Abe ini merupakan Ketua Umum Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) masa jabatan 2021-2023. Menjadi pucuk pimpinan tertinggi organisasi mahasiswa di tingkat nasional, tentunya Gus Abe punya prestasi yang mentereng.
Gus Abe berasal dari keluarga pesantren, Ayahnya, KH Hasanuddin Kriyani merupakan salah satu Kiai Sepuh dari Pondok Pesantren Buntet Cirebon dan Ibunya, Ny Hj Eni Khunaeniyah berasal dari Pondok Pesantren Babakan Ciwaringin.
Gus Abe merupakan Lulusan Ilmu Politik Universitas Brawijaya dan penerima Beasiswa S2 DAAD Jerman.
Ia lulus dari Prodi Ilmu Politik Universitas Brawijaya dengan menyabet Medali Tan Malaka, yang merupakan medali tahunan bergengsi bagi lulusan yang berprestasi secara akademik dan kepemimpinan.
Sumber data : wikipedia